Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Kewirausahaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Kewirausahaan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Juli 2011

DEKLARASI SISWA, PENDIDIK, DAN TENAGA KEPENDIDIKAN UNTUK MELAKSANAKAN PENDIDIKAN KARAKTER

Kami, Siswa, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan Indonesia, dengan ini menyatakan:

(1)        Pancasila sebagai ideologi negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia harus mewujud dalam tingkah laku dan karakter bangsa Indonesia;

(2)       Siap mempraktekkan nilai-nilai utama karakter bangsa: Beriman dan Bertakwa; Jujur dan Bersih; Santun dan Cerdas; Bertanggung Jawab dan Kerja Keras; Disiplin dan Kreatif; Peduli dan Suka Menolong.

(3)       Siap membangun budaya belajar-mengajar di sekolah atas dasar nilai-nilai utama karakter bangsa.

(4)       Bertekad untuk mengawal empat pilar kebangsaan: Pancasila, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam proses pembelajaran.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kekuatan lahir dan batin untuk mewujudkan komitmen ini.

Jakarta, 12 Juli 2011
Kami Siswa, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan Indonesia



Sumber: deklarasi melaksanakan pendidikan karakter

Rabu, 06 Juli 2011

PAMERAN PRODUK KREATIF INDONESIA 2011

Pekan Produk Kreatif Indonesia 2011 - Digelar Juli 2011


PAMERAN PRODUK KREATIF INDONESIA 2011
Waktu : 6 - 10 Juli 2011
Tempat : Jakarta Convention Center

Latar Belakang
1) Instruksi Presiden
Inpres Nomor 6 Tahun 2009 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif, mengamanatkan Pemerintah mendukung kebijakan Pengembangan Ekonomi Kreatif tahun 2009-2015, yaitu pengembangan kegiatan ekonomi berdasarkan pada kreativitas, keterampilan, dan bakat individu untuk menciptakan daya kreasi dan daya cipta individu yang bernilai ekonomis dan berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat Indonesia;

Minggu, 19 Juni 2011

Pembelajaran Aktif dalam Pendidikan Kewirausahaan

Dalam penelitian berbasis otak, ditemukan struktur letak bagian otak dan zat kimia otak (hormon) mempengaruhi jenis kecerdasan yang beranekaragam. Peserta didik tidak mudah belajar atau berpikir ketika emosi peserta didik terganggu. Oleh karena itu, sentuhan kasih sayang, saling memaafkan, saling menghormati, kerjasama antar guru, antar peserta didik, keceriaan menjadi pemicu perkembangan keutuhan aspek akademik dan non akademik. Untuk mewujudkan situasi tersebut maka dalam pembelajaran diperlukan metode pembelajaran aktif.

Metode merupakan salah satu komponen dalam proses pembelajaran yang sangat penting bagi keberhasilan pembelajaran dan pemberdayaan potensi peserta didik. Sebagaimana diketahui bahwa dalam dunia pembelajaran telah dikenal berbagai macam metode seperti ceramah, diskusi, demontrasi, pemecahan masalah,simulasi dan bermain pean. Metode, menurut Sanjaya (2009), adalah cara yang digunakan untuk
mengimplementasi rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan dapat tercapai secara optimal. Dengan demikian, metode dalam sistem pembelajaran memegang peran yang sangat penting dan strategis. Dituntutan penggunaan metode pembelajaran yang tepat karena, menurut Tilaar (2004), kita menginginkan mutu pendidikan yang sesuai dengan standarlokal, nasional, dan internasional. Oleh karenanya, perlu terus menerus ditingkatkan bukan hanya didalam pengertian pengembangan kemampuan inteligensi (IQ), tetapi juga kemampuan-kemampuan yang lain seperti kemampuan spiritual (spiritual intelligence) dan bentuk-bentuk intelegensi lainnya yang dapat dimiliki seorang manusia. Semua itu adalah dalam rangka pembangunan insan cerdas komprehensif atau seutuhnya sebagaimana yang ditegaskan dalam Renstra Kementrian Pendidikan Nasional 2010-2014 (Kementerian Pendidikan Nasional, 2010) bahwa yang dimaksud dengan insan indonesia cerdas adalah insan yang cerdas komprehensif, yaitu cerdas spiritual, cerdas emosional, cerdas sosial, cerdas intelektual, dan cerdas kinestetis.