Tampilkan postingan dengan label mendiknas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mendiknas. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Juli 2011

Gaji Guru melebihi Anggota DPR

Refleksi Pendidikan: Belajar dari Swiss


2 Mei 2011, bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Pendidikan Nasional. Dari Swiss, DJOKO SUSILO, Dubes RI yang juga mantan wartawan Jawa Pos, menuliskan bagaimana negeri maju itu mengelola pendidikannya sehingga mencapai kualitas dunia. Tulisan ini semoga memberikan inspirasi. 

Ketika tiba di Swiss tahun lalu, saya terheran-heran ketika mendapatkan informasi bahwa di negeri tempat saya bertugas (sebagai duta besar RI) ini tidak terdapat seorang Mendiknas (menteri pendidikan nasional) dan sekaligus jajaran Kementerian Pendidikan Nasional.

Senin, 27 Juni 2011

Akankah meningkat Tingkat KEJUJURANnya!

Ujian Nasional Jalan Terus

KUPANG--Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh menegaskan, Ujian Nasional tetap dilaksanakan sebagai alat ukur dalam menentuan tingkat kelulusan siswa. "UN tetap dilaksanakan. Kalau ada kekurangan-kekurangan, mari kita sama-sama benahi," kata Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh, di Kupang, Sabtu menjawab pertanyaan seputar masih adanya kontroversi soal UN.

Banyak pihak meninginkan agar konsep UN harus ditinjau kembali agar dampak negatifnya bisa dikurangi atau dielimenasi, disamping adanya putusan Mahkamah Konstitusi yang menilai UN tidak wajib diterapkan dalam penentuan kelulusan siswa. Mendiknas mengatakan, jika semua tetap terus berpikir soal adanya kontroversi mengenai kebijakan penyelenggaraan UN, maka tidak akan ada selesainya.

Karena menurut dia, bukan berarti kalau tidak ada Ujian Nasional lalu tidak ada kontroversi. Kontroversi tetap ada. Karena itu hal yang paling penting adalah apa yang dilakukan pemerintah saat ini ada justifikasinya dan juga ada alasannya. "Kalau ada yang kurang, mari kita perbaiki jadi ada. Dengan demikian, persoalan pendidikan kita bisa diselesaikan," katanya.

Menurut dia, jikalau semua pihak terus berselisih faham soal kebijakan pendidikan nasional secara terus- menerus, maka tidak ada selesainya. "Jadi tidak apa-apa kalau ada beda pendapat, tetapi syukurlah kalau apa yang dilakukan ini untuk kepentingan bersama, untuk kebaikan bersama," katanya.

Mendiknas berada di Kupang dalam rangka memberikan dukungan bagi percepatan pembangunan pendidikan di provinsi kepulauan itu.


Sumber: Ujiannasionaljalanterus

 

Kamis, 23 Juni 2011

PNS Tenaga Pendidik akan kembali ke PUSAT

Desentralisasi Guru Akan Dihapus

JAKARTA, KOMPAS.com - Kewenangan untuk menangani tenaga pendidik, seperti guru dan kepala sekolah, akan dikembalikan ke tangan pemerintah pusat, tidak lagi di tangan pemerintah daerah. Langkah ini dilakukan untuk melindungi tenaga pendidik dari pengaruh dinamika politik daerah.

Demikian dikemukakan Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh seusai rapat kerja dengan Komisi X DPR, Selasa (21/6) malam. ”Di antara empat komponen sekolah (kurikulum, infrastruktur, guru, dan sistem pembelajaran), tenaga pendidiklah yang paling rawan terpengaruh politik daerah,” ujarnya.

Senin, 20 Juni 2011

Sertifikasi Melekat pada Profesi Guru



Sidoarjo ---  Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh membuka rapat koordinasi penjaminan mutu pendidikan provinsi Jawa Timur tahun 2011, Minggu sore (19/6), di Hotel Utami Sidoarjo, Jawa Timur.


Rakor yang bertema "Jawa Timur Membangun Model" ini mengundang Komisi E DPRD Jawa Timur, kepala dinas pendidikan, kepala kantor wilayah kementerian agama Jawa Timur, kepala badan kepegawaian daerah, kepala Bappeda dari 38 kabupaten kota se-Jawa Timur, serta kepala Lembaga Peningkatan Mutu Pendidikan (LPMP) anggota kluster 5 (Bali, NTB, NTT, Maluku Utara, Papua)

Selain membuka rapat koordinasi, Mendiknas juga menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman pemantapan komitmen bersama program penjaminan mutu pendidikan antara LPMP Jawa Timur dengan Intel Corporation, dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur.