Tampilkan postingan dengan label psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label psikologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Oktober 2011

Jangan Paksakan Keinginan Anda pada Anak

Setiap orang tua pasti ingin anaknya menjadi cerdas. Banyak cara yang dilakukan oleh para orangtua untuk mencapai keinginan tersebut, dari memberikan asupan nutrisi yang cukup pada masa kehamilan, sampai menyekolahkan anak di sekolah terbaik. Namun tidak semua anak dapat berkembang secara optimal walaupun banyak orangtua merasa sudah memberikan yang terbaik.

Pentingnya peran orangtua dalam membimbing anak juga harus diikuti dengan wawasan yang luas dari orangtua itu sendiri. Anda harus mampu memberikan pengarahan yang tepat sehingga anak dapat berkembang secara optimal.

Minggu, 26 Juni 2011

Sidik Jari TIDAK meramalkan NASIB

Analisis Sidik Jari, Teropong Potensi Individu

MELALUI sidik jari, potensi seseorang dapat dibaca. Melalui sidik jari, pola didik yang telah dikembangkan akan tampak. Tidak mengherankan, melalui sidik jari pula, perkembangan seseorang dapat lebih diarahkan. Benarkah demikian? Apakah ini sejenis ”terawang”? Atau sudah ada pembuktian secara ilmiahnya?
Menurut Efnie Indrianie, M.Psi., psikolog dari Melinda Hospital, analisis sidik jari (finger print analysis) adalah sebuah alat yang terlahir karena potret sidik jari ada relevansinya dengan kerja otak.

Hasil dari analisis tersebut memetakan cara kerja otak yang menggambarkan potensi individu. Jadi harus diluruskan bahwa analisis sidik jari bukan dari disiplin ilmu dan kajian psikologi tetapi dari ilmu dermatoglyphics. Analisa sidik jari juga bukan ramalan.
Relevansi bahwa ada hubungan antara sidik jari dan otak dikemukakan oleh Dr. Levi Montalcini dan Dr. Stannley Cohen yang melakukan penelitian tentang korelasi antara NGF (Nerve Growth Factor) dan EGF (Epidermal Growth Factor).